ID,
EGO, DAN SUPEREGO
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS
MATAKULIAH
Dasar dan Konsep
Pendidikan Moral
oleh :
Zakiyatul
Masrurah [140711600173]
UNIVERSITAS
NEGERI MALANG
FAKULTAS
ILMU SOSIAL
JURUSAN
HUKUM DAN KEWARGANEGARAAN
Januari
2015
I.
PENDAHULUAN
a.
Latar
Belakang
Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis dan
pengalaman-pengalaman dini. Manusia sebagai homo valens dengan berbagai dorongan dan
keinginan. Motif-motif
dan konflik tak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang.
Manusia didorong oleh dorongan seksual agresif.
Perkembangan dini penting karena masalah-masalah
kepribadian berakar pada konflik-konflik masa kanak-kanak yang direpresi.
Dalam teori psikoanalisa, keperibadian dipandang sebagai suatu
struktur yang terdiri dari tiga unsur atau sistem yakni id, ego dan super
ego.ketiga sistem kepribadian ini satu sama lain saling berkaitan serta
membentuk suatu totalitas.
.
b.
Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksut dengan id ?
2. Apa
yang dimaksut dengan ego?
3. Apa
yang dimaksut dengan superego ?
c.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui apa yang dimaksut dengan id
2. Untuk
mengetahui apa yang dimaksut dengan ego
3. Untuk
mengetahui apa yang dimaksut dengna superego
II.
PEMBAHASAN
A.
ID
Menurut
Koswara, Id adalah sitem yang paling dasar yang dimili oleh manusia yang sudah
dimilikinya sejak manusia itu dilahirkan. Id tidaklah dapat mentoleransi
penumpukan energy yang dapat menyebabkan kedaan yang tidak menyenagkan. Disinilah
peran id menjalankan fungsi dan operasinyauntuk menyeimbangkan atau
mempertahankan kontansi yang ada, dimana hal ini bertujuan untuk menghindari
keadaan yang semulanya tidak menyenangkan dan mengubahnya menjadi keadaan yang
menyenangkan dengan mempertahankan konstansi yang ada. Ada dua proses yang ada
yaitu reflek dan primer. Dimana dalam hal ini tidaklah sungguh sungguh
mengurangi tegangan, dengan demikian dibutuhkan pengurangan-pengurangan
tegangan yang secara nyata, diman asitem yang dibutuhkan adalah ego.
Menurut Alwisol, Id
adalah sistem kepribadian yang paling mendasar, dimana naluru itu adalah naluri
bawaan sejak manusia itu dilahirkan. Id menjalankan tugasnya yaitu untuk
mencapai suatu tujuan. Id juga berhubungan dengan prosese fisik yang, dimana id
tidaklah bisa membedakan khayalan dengan sebuah kenyataan, dan juga tidak bisa
membedakan yang mana yang benar dan mana
yang salah, denngan kata lain id tidaklah mengenal apa itu moral. Jadi
haruslah adanya jalan untuk memperoleh khayalan itu secara nyata dan sesuai
dengan kenyatan yang berfungsi untuk mengenal apa itu moral. Hal ini lah yang
menyebabkan munculnya ego.
Menurut Ariesviya Syahpura , Id
adalah sistem kepribadian yang paling mendasar. Ada dua macam proses yang
dilakukan untuk tuuan yang akan dicapai, proses yang pertama adalah tindakan-tindakan refleks,
yaitu suatu bentuk tingkah laku atau tindakan yang mekanisme kerjanya otomatis
dan segera. Proses yang kedua adalah proses primer. Yaitu suatu proses yang
melibatkan sejumlah reaksi psikologis yang rumit. Dengan proses primer ini
dimaksudkan mengurangi tegangan.
Menurut Haryanto, Id
adalah satu-satunya komponen kepribadian yang hadir sejak lahir. Id didorong
oleh prinsip kesenangan, yang berusaha untuk kepuasan segera dari semua
keinginan dan kebutuhan. Jika kebutuhan ini tidak puas, hasilnya adalah
kecemasan atau ketegangan
Dari keempat sumber
semuanya menyatakan bahwa id merupakan suatu sistem kepribadian yang paling
dasar yang dimiliki oleh manusia sejak manusia itu dilahirkan. Dalam proses
yang yang dilakukan untuk menjaga ketabilan energi, Koswari, Alwisol dan Ariesviya
Syahpura sama-sama menyatakan ada 2 proses yang
terjadi yaitu yang pertama adala reflek dan yang kedua adalah primer. Namun
dalam buku alwisol lebih merincih karena disertakan contoh dari kedua proses
yang ada.
B.
EGO
Menurut
Koswara, Ego merupakan sitem kepribadian untuk bertindak atau menyampaikan
arahan kepada obyek di kenyataan dan menjalankan fungsinya berdasarkan prinsi
kenyataan yang ada. Ego menjalankan fungsinya yaitu dengan cara membuat
tindakan dari tuntutan ataupun keinginan, jadi dari adanya tuntutan dan
keinginan itu ego membuat tindakan untuk memenuhinya dengan melakukan suatu
tindakan secara nyata.
Menurut Alwisol, Ego
merupakan sitem kepribadian yang berkembang karena adanya id, agar manusia
dapat menangani suatu kenyataan maka ego mengikuti prinsip realita. Ego
memiliki dua tugas utama yaitu yang pertama memilih mana yang harus di respon
atau yang harus dilakukan, dan yang kedua adalah bagaimana kebutuhan yang
sedang dubutukhkan itu dipenuhi.
Menurut Ariesviya Syahpura,
Ego adalah sistem kepribadian yang bertindak sebagai pengarah bagi setiap
manusia kepada dunia tentang kenyataan dan juga menjelaskan tentang fungsi
dasar dari prinsip kenyataan. Adapun fungsi yang paling mendasar dari ego
adalah sebagai pemelihara kelangsungan hidup setiap manusia atau setiap
individu. Dengan cara menjalankan mejalankan fungsinya sebagai perantara dari
segala tuntutan-tuntutan naluriah.
Menurut Haryanto, Ego
merupakan sistem kepribadian yang bertanggung jawab untuk menangani kenyataan.
Yang dimaksut adalah prinsib realitan yang harus mempertimbangkan dan memutuskan mana pilihan yang harus
diterapkan dalam realita dan haru memilih atas apa yang akan dilakukan.
Dari keempat sember,
swmuanya menyatakan hal yang sama, dimana ego merupakan suatu sistem
kepribadian yang bertindak atau menyampaikan arakan dan menjalankan fungsinya
sesuai dengan kenyataan atau prinsip kenyataan. Dan juga menjelaskan bahawa dari
tuntutan dan keinginan yang ada maka dari itulah terciptanya suatu tindakan
yang dilakukan untuk memenuhi keinginan tersebut, dimana tindakan tersebut
dilakukan secara nyata.
C.
SUPEREGO
Menurut
Koswara, Super ego adalah sitem kepribadian yang berisikan suatu nilai dan
aturan-aturan yang sifatnya berkaitan dengansikap baik dan buruk manusia.
Adapun sifat-sifat ego yang ada yaitu yang pertama yaitu sebagai pengendali
keinginan hati yang timbul untuk melakukan sesuatu yang timbul nail naluri id
agar keingina yang diinginkan tersebut dapat terwujud dan dapat diterima oleh
masyarakat, yang kedua yaitu mengarahkana ego atau keinginan pribadi kepada
tujuan-tujuan yang bersifat bermoral ketimbang dengan kenyataan., yang yang
ketiga iyalah mendorong setian individu untuk melakukan sesuatu yang sempurna.
Menurut Alwisol, Super
ego adalah kekuatan moral dan etik yang berasal dari kepribadian, yang berjalan
sesuaii dengan berlawanan dengan prinsip kepuasan atau suatu hal yang hanya
mengutamakan tentang kepuasan, dan lebih mengutamakan kepada prinsip realistic
ego atau kenyataan pribadi.
Menurut Ariesviya Syahpura, Super ego adalah sistem
kepribadian yang isinya berhubungan dengan baik dan buruk. Ada beberapa fungsi
utama dari superego yang diantaranya sebagai pengendali dorongan yang berasal
dari id dan kemudian menngarahkan tujuannya pada ego , yang kemudian mendorong
individu melakukan suatu hal yang bersifat kesempurnaan.
Menurut Haryanto, Super
ego merupakan suatu aspek kepribadian yang yang memiliki semua standar dalam
hal hubungan yangterlibat antar dua peristiwa moral dan suatu rasa yang
mengenai nilai yang mengandung benar dan salah. Simana superego memberikan atau
menunjukkan arah untuk mempbuat penilaian sendiri, entah itu hal yang baik
ataupun hal yang buruk.
Dari keseluruh sember
menyatakan bahwa superego merupakan sistem kepribadian yang isisnya tentang hal
yang baik atau hal yag buruk. Namun dalam buku koswara menambahkan bahwa yaitu
mengarahkana ego atau keinginan pribadi kepada tujuan-tujuan yang bersifat bermoral
ketimbang dengan kenyataan.
III. PENUTUP
a.
Kesimpulan
Dengan
kekuatan bersaing begitu banyak, mudah untuk melihat bagaimana konflik mungkin
timbul antara ego, id dan superego. Dengan menggunakan kekuatan ego istilah
untuk merujuk kepada kemampuan ego berfungsi meskipun kekuatan-kekuatan duel.
Seseorang dengan kekuatan ego yang baik dapat secara efektif mengelola tekanan
ini, sedangkan mereka dengan kekuatan ego terlalu banyak atau terlalu sedikit
dapat menjadi terlalu keras hati atau terlalu mengganggu.
b.
Saran
Dengan adanya id, ego, dan super ego dan
bagamana telah diketahui bagaimana cara kerja dan fungsi dari ketikanya
hendkanya kita sebagai manusia, dapat mengontrol diri, Karen a dalam ego kita
dapat membedakan yang baikdan benar, dan hendaklah berfikir terlebih daluhu
sebelum bertindak.
Daftar
Pustaka
Koswara, E. (1991). Teori-Teori
Kepribadian. Bandung: PT. ERESCO
Alwisol.(2008). Psikologi kepribadian.
Malang: UMM Pres

Tidak ada komentar:
Posting Komentar