Jumat, 20 Februari 2015

Id, Ego, dan Superego


ID, EGO, DAN SUPEREGO


MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Dasar dan Konsep Pendidikan Moral
Yang di bina oleh Bapak Margono


oleh :

           Zakiyatul Masrurah          [140711600173]










UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN HUKUM DAN KEWARGANEGARAAN
Januari 2015
I.       PENDAHULUAN
a.      Latar Belakang
            Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis dan pengalaman-pengalaman dini. Manusia sebagai homo valens dengan berbagai dorongan dan keinginan. Motif-motif dan konflik tak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang. Manusia didorong oleh dorongan seksual agresif. Perkembangan dini penting karena masalah-masalah kepribadian berakar pada konflik-konflik masa kanak-kanak yang direpresi. Dalam teori psikoanalisa, keperibadian dipandang sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga unsur atau sistem yakni id, ego dan super ego.ketiga sistem kepribadian ini satu sama lain saling berkaitan serta membentuk suatu totalitas.
.
b.      Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksut dengan id ?
2.    Apa yang dimaksut dengan ego?
3.    Apa yang dimaksut dengan superego ?
c.       Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa yang dimaksut dengan id
2.      Untuk mengetahui apa yang dimaksut dengan ego
3.      Untuk mengetahui apa yang dimaksut dengna superego







II.    PEMBAHASAN
A.    ID
            Menurut Koswara, Id adalah sitem yang paling dasar yang dimili oleh manusia yang sudah dimilikinya sejak manusia itu dilahirkan. Id tidaklah dapat mentoleransi penumpukan energy yang dapat menyebabkan kedaan yang tidak menyenagkan. Disinilah peran id menjalankan fungsi dan operasinyauntuk menyeimbangkan atau mempertahankan kontansi yang ada, dimana hal ini bertujuan untuk menghindari keadaan yang semulanya tidak menyenangkan dan mengubahnya menjadi keadaan yang menyenangkan dengan mempertahankan konstansi yang ada. Ada dua proses yang ada yaitu reflek dan primer. Dimana dalam hal ini tidaklah sungguh sungguh mengurangi tegangan, dengan demikian dibutuhkan pengurangan-pengurangan tegangan yang secara nyata, diman asitem yang dibutuhkan adalah ego.
Menurut Alwisol, Id adalah sistem kepribadian yang paling mendasar, dimana naluru itu adalah naluri bawaan sejak manusia itu dilahirkan. Id menjalankan tugasnya yaitu untuk mencapai suatu tujuan. Id juga berhubungan dengan prosese fisik yang, dimana id tidaklah bisa membedakan khayalan dengan sebuah kenyataan, dan juga tidak bisa membedakan yang mana yang benar dan mana  yang salah, denngan kata lain id tidaklah mengenal apa itu moral. Jadi haruslah adanya jalan untuk memperoleh khayalan itu secara nyata dan sesuai dengan kenyatan yang berfungsi untuk mengenal apa itu moral. Hal ini lah yang menyebabkan munculnya ego.
Menurut Ariesviya Syahpura , Id adalah sistem kepribadian yang paling mendasar. Ada dua macam proses yang dilakukan untuk tuuan yang akan dicapai, proses yang pertama adalah tindakan-tindakan refleks, yaitu suatu bentuk tingkah laku atau tindakan yang mekanisme kerjanya otomatis dan segera. Proses yang kedua adalah proses primer. Yaitu suatu proses yang melibatkan sejumlah reaksi psikologis yang rumit. Dengan proses primer ini dimaksudkan mengurangi tegangan.
Menurut Haryanto, Id adalah satu-satunya komponen kepribadian yang hadir sejak lahir. Id didorong oleh prinsip kesenangan, yang berusaha untuk kepuasan segera dari semua keinginan dan kebutuhan. Jika kebutuhan ini tidak puas, hasilnya adalah kecemasan atau ketegangan
Dari keempat sumber semuanya menyatakan bahwa id merupakan suatu sistem kepribadian yang paling dasar yang dimiliki oleh manusia sejak manusia itu dilahirkan. Dalam proses yang yang dilakukan untuk menjaga ketabilan energi, Koswari, Alwisol dan  Ariesviya Syahpura sama-sama menyatakan ada 2 proses yang terjadi yaitu yang pertama adala reflek dan yang kedua adalah primer. Namun dalam buku alwisol lebih merincih karena disertakan contoh dari kedua proses yang ada.
B.     EGO
            Menurut Koswara, Ego merupakan sitem kepribadian untuk bertindak atau menyampaikan arahan kepada obyek di kenyataan dan menjalankan fungsinya berdasarkan prinsi kenyataan yang ada. Ego menjalankan fungsinya yaitu dengan cara membuat tindakan dari tuntutan ataupun keinginan, jadi dari adanya tuntutan dan keinginan itu ego membuat tindakan untuk memenuhinya dengan melakukan suatu tindakan secara nyata.
Menurut Alwisol, Ego merupakan sitem kepribadian yang berkembang karena adanya id, agar manusia dapat menangani suatu kenyataan maka ego mengikuti prinsip realita. Ego memiliki dua tugas utama yaitu yang pertama memilih mana yang harus di respon atau yang harus dilakukan, dan yang kedua adalah bagaimana kebutuhan yang sedang dubutukhkan itu dipenuhi.
Menurut Ariesviya Syahpura, Ego adalah sistem kepribadian yang bertindak sebagai pengarah bagi setiap manusia kepada dunia tentang kenyataan dan juga menjelaskan tentang fungsi dasar dari prinsip kenyataan. Adapun fungsi yang paling mendasar dari ego adalah sebagai pemelihara kelangsungan hidup setiap manusia atau setiap individu. Dengan cara menjalankan mejalankan fungsinya sebagai perantara dari segala tuntutan-tuntutan naluriah.
Menurut Haryanto, Ego merupakan sistem kepribadian yang bertanggung jawab untuk menangani kenyataan. Yang dimaksut adalah prinsib realitan yang harus mempertimbangkan  dan memutuskan mana pilihan yang harus diterapkan dalam realita dan haru memilih atas apa yang akan dilakukan. 
Dari keempat sember, swmuanya menyatakan hal yang sama, dimana ego merupakan suatu sistem kepribadian yang bertindak atau menyampaikan arakan dan menjalankan fungsinya sesuai dengan kenyataan atau prinsip kenyataan. Dan juga menjelaskan bahawa dari tuntutan dan keinginan yang ada maka dari itulah terciptanya suatu tindakan yang dilakukan untuk memenuhi keinginan tersebut, dimana tindakan tersebut dilakukan secara nyata.
C.    SUPEREGO
            Menurut Koswara, Super ego adalah sitem kepribadian yang berisikan suatu nilai dan aturan-aturan yang sifatnya berkaitan dengansikap baik dan buruk manusia. Adapun sifat-sifat ego yang ada yaitu yang pertama yaitu sebagai pengendali keinginan hati yang timbul untuk melakukan sesuatu yang timbul nail naluri id agar keingina yang diinginkan tersebut dapat terwujud dan dapat diterima oleh masyarakat, yang kedua yaitu mengarahkana ego atau keinginan pribadi kepada tujuan-tujuan yang bersifat bermoral ketimbang dengan kenyataan., yang yang ketiga iyalah mendorong setian individu untuk melakukan sesuatu yang sempurna.
Menurut Alwisol, Super ego adalah kekuatan moral dan etik yang berasal dari kepribadian, yang berjalan sesuaii dengan berlawanan dengan prinsip kepuasan atau suatu hal yang hanya mengutamakan tentang kepuasan, dan lebih mengutamakan kepada prinsip realistic ego atau kenyataan pribadi.
Menurut Ariesviya Syahpura, Super ego adalah sistem kepribadian yang isinya berhubungan dengan baik dan buruk. Ada beberapa fungsi utama dari superego yang diantaranya sebagai pengendali dorongan yang berasal dari id dan kemudian menngarahkan tujuannya pada ego , yang kemudian mendorong individu melakukan suatu hal yang bersifat kesempurnaan.
Menurut Haryanto, Super ego merupakan suatu aspek kepribadian yang yang memiliki semua standar dalam hal hubungan yangterlibat antar dua peristiwa moral dan suatu rasa yang mengenai nilai yang mengandung benar dan salah. Simana superego memberikan atau menunjukkan arah untuk mempbuat penilaian sendiri, entah itu hal yang baik ataupun hal yang buruk.
Dari keseluruh sember menyatakan bahwa superego merupakan sistem kepribadian yang isisnya tentang hal yang baik atau hal yag buruk. Namun dalam buku koswara menambahkan bahwa yaitu mengarahkana ego atau keinginan pribadi kepada tujuan-tujuan yang bersifat bermoral ketimbang dengan kenyataan.


III. PENUTUP
a.      Kesimpulan
            Dengan kekuatan bersaing begitu banyak, mudah untuk melihat bagaimana konflik mungkin timbul antara ego, id dan superego. Dengan menggunakan kekuatan ego istilah untuk merujuk kepada kemampuan ego berfungsi meskipun kekuatan-kekuatan duel. Seseorang dengan kekuatan ego yang baik dapat secara efektif mengelola tekanan ini, sedangkan mereka dengan kekuatan ego terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat menjadi terlalu keras hati atau terlalu mengganggu.

b.      Saran
             Dengan adanya id, ego, dan super ego dan bagamana telah diketahui bagaimana cara kerja dan fungsi dari ketikanya hendkanya kita sebagai manusia, dapat mengontrol diri, Karen a dalam ego kita dapat membedakan yang baikdan benar, dan hendaklah berfikir terlebih daluhu sebelum bertindak.













Daftar Pustaka

Koswara, E. (1991). Teori-Teori Kepribadian. Bandung: PT. ERESCO
Alwisol.(2008). Psikologi kepribadian. Malang: UMM Pres

Tidak ada komentar:

Posting Komentar